Mata Air

Lentera Cinta

Oleh : Khairul Munzilin Al Kahfi

 

 

Ketika Senja mempertemukan kita dalam symponi kehidupan

Membuat ku seakan lebih tenang dalam lubuk hati yang paling dalam

Mentari pun menyetujui pertemuan manusia yang saling mencintai

Namun itu hanya sementara dalam buku pemilik hati

 

Saat pertama bertemu kita selalu saling merindu

Dalam kesendirian yang jauh antara jarak dan waktu

Setiap hari kita lalui untuk mengobati rindu di hati

Dengan bertemu, berbincang Bagai sepasang kekasih yang saling mencintai

 

Kenangan pun selalu kita tulis dalam sebuah lembaran

Dengan tinta yang di penuhi oleh senyuman

Canda dan tawa terus menghiasi di setiap malam

Bagai penerang ku dalam kehidupan yang suram

 

Namun semua itu sirna duhai pujaan hati

Engkau pergi serta memberi luka yang menyayat hati

Lupakah perasaan kita di saat senja menyapa ?

Engkau berjanji agar cinta suci kita ini di jaga.

 

Laksana malam yang kehilangan rembulan

Gelap rasa hati ini tanpa ada Cahaya kehidupan

Duhai pujaan hati pemiliki lentera cinta

Tolong Kembali dan terangi lah hati yang terluka

 

 

 

Notes:

Puisi ini mengisahkan seorang lelaki yang telah menemukan cinta sejati nya dengan menaruh harapan padanya. Namun sangat di sayangkan belahan hatinya pergi Bersama lelaki lain tanpa memberikan ketenangan di dalam hati.

Junior Researcher at Center for Islamic and Occidental Studies (CIOS) University of Darussalam Gontor

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *