Seni

Mahal Bak Permata

Oleh: Krisna Wijaya

 

Permata

Terpajang di rak barang berharga

Terjaga dengan pengamanan berlipat ganda

Tidak bisa sembarang dijamah tangan manusia

Itulah wanita muslimah pada hakikatnya

 

Kibaran hijabnya adalah tanda perjuangan hijrahnya

Ajakan ke kafe dia gantikan di taman taman syurga

Cinta-cintaan dia hentikan karena belum waktunya

Dan taarufan dia izinkan bagi yang serius meminangnya

 

Ada bukan karena menjadi objek perebutan semata

Ada karena menjadi objek perjuangan yang mulia

Itulah wanita muslimah keberaaannya

 

Selayaknya petani di desa

Berusaha membeli permata di kota

Hampir-hampir mustahil rasanya

Tapi abi umi berkata

Aku tak boleh menyerah begitu saja

Karena lelaki pantang menyerah sebelum mencoba

 

Ini sajak penulis zaman 2021
Semoga bermanfaat

Junior Researcher at Center for Islamic and Occidental Studies (CIOS) University of Darussalam Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *