Mata Air

Langit

Oleh : Z_ONE26

 

Disaat pena menuliskan sebuah cerita

Hatiku kembali teringat dengan seorang wanita

Sebuah pertemuan yang tidak disangka

Dalam bait nada sebuah rasa

 

Membuat hidup ku kembali berwarna

Dari redup menjadi hidup

Dari kelam menjadi tentram

Rasa yang begitu dalam bagi insan semesta alam

 

Hari demi hari terlewati

Bagai roda waktu yang tiada henti

Dirinya kini telah menghilang dan pergi

Namun rasa tidak pernah mati.

 

Kujadikan dirinya sebagai Pelajaran

Bagi hidup yang di tempa Keadaan

Bahwa Langit terkadang menawan

Namun akan suram di saat badai menerjang.

 

Maka kujadikan langit sebagai buku kehidupan

Yang tak pernah pergi menghilang dari bayangan

Hadir di setiap kesendirian dalam renungan

Menjadikan seseorang mengerti akan sebuah kesetiaan. 

 

Note: Puisi ini menceritakan seseorang yang tengah melihat langit sambil menulis di balik jendela ruang, tentang masa lalunya dan belajar tentang arti kesetiaan dari langit.

Junior Researcher at Center for Islamic and Occidental Studies (CIOS) University of Darussalam Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *