Seni

Sepenggal Asaku

Oleh: Krisna

 

Seberjalannya takdir

Aku semakin memahami harus ke mana dan karena apa

 

Karena kuyakin

Ad Maiora Natus Sum

“Aku Dilahirkan Untuk Hal-Hal Besar”

 

Kalau diriku terlalu bereuforia karena rasaku sesekali mengangkasa

Maka hal-hal besar akan pamit menitipkan salam usai padaku

 

Aku mencoba belajar dari Buya Hamka dan Ahmad Dahlan

Bukan mereka yang mengejar-ngejar rasa pada wanita

Namun visi besar mereka justru menghadirkan penyempurna yang memahami cita besarnya

 

Tuhan, kalau diriku egois mendahulukan rasa dan mengkhianati cita-cita

Maka Tuhan, patahkan rasaku sekarang juga

 

Kusediakan kursi bagi rasa untuk duduk ditepian saja

Aku ingin berdiri di panggung pertunjukan bersama asa sahaja

 

 

#

Setiap dari kita dilahirkan untuk hal dan tujuan yang besar

Perjalanan kita masih panjang nan jauh, jangan sampai pikiran besar dan cita-cita itu terbengkalai karena rasa

Untuk saat ini, bergeraklah, berjalanlah, dan menumbuhlah menjadi versi terbaik dari masing-masing di antara kita

Semoga Tuhan mejumpakan setiap insan yang mencoba hal itu di waktu dan kesempatan terbaik dengan versi terbaik dari masing-masingnya juga

 

 

Junior Researcher at Center for Islamic and Occidental Studies (CIOS) University of Darussalam Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *