Mata Air

Kepada Pemilik Hati

Oleh: Ann

Dikutip dari kisah seorang gadis yang tidak pernah merasakan apa itu sebenarnya asmara
Dari kisah seorang gadis yang orang tuanya selalu menjaganya
Dari cara berteman, bergaul, bersikap dan bertindak


Saat bertindak yang ia pikirkan bukan tentang bagaimana makna bahagia
Tapi ketika bertindak yang ia pikir ialah ia tidak akan pernah mengecewakan orang tuanya


Gadis itu selalu mengutamakan apa yang orang tuanya minta ketimbang apa yang ingin ia rasa
Kala itu ia pernah jatuh dalam sebuah rasa hingga ia merasa terluka dan itu membuatnya jera


Saat teman-temannya bercerita tentang indahnya asmara kini ia tak lagi percaya
Karena baginya asmara itu hanya perihal luka dan menggantungkan bahagia
Baginya, sekali ia sudah mencoba itu sudah cukup dan akan menjadi Pelajaran berharga


Yang ia harapkan ialah hatinya kan terus saja dalam keadaan bersahaja
Tidak pernah menggantungkan bahagia kepada siapa saja
Banyak yang mencoba mengetuk pintu hatinya, tapi entahlah ia tak lagi sudi
Karena baginya semua sama saja, hanya buang-buang waktu dan sia-sia


Perihal sepi yang menghampiri ia sudah terbiasa, karena baginya sebaik-baik tempat bercerita
dan tempat tuk kembali ialah hanya kepada sang pemilik hati

Junior Researcher at Center for Islamic and Occidental Studies (CIOS) University of Darussalam Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *