Seni

Semesta Terharu

“Semesta terharu”

Adalah ungkapan seorang gadis Jogja yang belum lama ini bersua denganku

Perjumpaan singkat bersamaan dengan semesta yang sedang haru (hujan)

 

Tak banyak yang kita bicarakan kecuali kisah masa putih abu-abu kita

Semua digambarkan dengan senyum kisah yang bersahaja

Hujan tidak lagi menjadi hujan

Dingin pun tidak lagi menjadi dingin

 

Seberjalannya waktu

Harapan itu  menjelma menjadi sosok yang paling sering menyakiti hati kita

Jangan banyak berharap karena dia masihlah manusia

Dan jangan berharap juga padaku karena kita sama-sama masihlah manusia

Namun apadaya hati manusia mudah goyah akan pengharapan sesama

 

Langit pun menyampaikan pesan ketetapan dari-Nya

Mungkin kita berjumpa di waktu yang tidak semestinya

“Fi Amanillah” kata yang mampu kuucapkan pada akhirnya

 

Di saat itulah harapanku padamu kutitipkan sepenuhnya pada-Nya

 

 

Tentang apakah ini? Tentang kata yang ingin bercerita

Kepada siapakah ini? Kepada masa depan yang ada di pelupuk mata

 

 

#Tulisan seseorang yang semoga Allah jaga dia

Junior Researcher at Center for Islamic and Occidental Studies (CIOS) University of Darussalam Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *