Catatan Pena

Di Hadapanmu

Di hadapanmu, dinginnya angin pun berpamitan hawa dinginnya

Gelap malam pun berpamitan remang sunyinya

Sunyi itu menjelma menjadi melodi

Melodi perias senyum canda kita

Hingga sang waktu pun berjalan dengan cepatnya tanpa terasa

 

Aku bertanya-tanya

Dan juga menerka-nerka

Mencoba membaca arti senyum itu yang bersahaja

 

Bisakah kusimpan dalam bait sebuah tulisan puan

Membekukannya dalam aliran waktu tak bertuan

Dalam coretan pena-pena gelapnya malam

 

Aku adalah pemenang dalam setiap tulisanku,

Namun di hadapan senyummu

Aku menyerah tanpa perlu engkau pinta

Junior Researcher at Center for Islamic and Occidental Studies (CIOS) University of Darussalam Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *