Mata Air

4 Kiat Merawat Keistiqamahan Pasca Ramadhan

Dalam putaran waktu dan keseharian umat Islam, bulan Ramadhan menjadi momentum intensifnya kegiatan ibadah yang dilakukan baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya.

 

Frekuensi ibadah seperti puasa, shalat, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan ibadah-ibadah lainnya menjadi warna dominan di bulan mulia tersebut. Semangat ini seiring dengan kemuliaan Ramadhan yang di dalamnya banyak memiliki keutamaan dan keberkahan. Ramadhan menjadi bulan ‘penggemblengan’ jasmani dan rohani umat Islam untuk menjadikannya pribadi yang senantiasa dekat dengan Sang Khalik, Allah SWT.

 

Namun pertanyaannya, bagaimana pasca-Ramadhan? Apakah kita mampu mempertahankan kualitas dan kuantitas ibadah kita? Apakah pasca-Ramadhan semangat ibadah kita akan kembali seadanya seperti sedia kala? Apakah takwa sebagai buah dari perintah puasa Ramadhan sudah kita rasakan dalam diri kita?

 

Tentu pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh diri kita sendiri sebagai bahan muhasabah atau introspeksi diri agar spirit ibadah kita tidak mengendur pasca-Ramadhan. Maka dalam catatan singkat ini akan mengulas sedikit tentang kiat-kiat yang bisa dilakukan dalam merawat keistiqamahan pasca ramadhan.

 

Dalam hadist Rasulullah SAW bersabda :

 

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللّهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

 

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907].

Adapun 4 Kiat Merawat Keistiqamahan Pasca Ramadhan yakni sebagai berikut :

 

  1. Niatkan Segala Sesuatu Karena Allah SWT

Sebagaimana para ulama sepakat bahwa pekerjaan yang dilakukan seorang mukmin tak dianggap sebagai ibadah dan tak akan mendapat pahala jika tak di mulai dengan niat.  Maka dari itu, niat dalam ibadah seperti shalat dan puasa, sudah ditentukan.

 

Niat ada di dalam hati, tidak harus dilafalkan. Bila seseorang telah berniat, tetapi memiliki halangan untuk melaksanakannya misalnya sakit, ia tetap mendapat pahala karena niat baiknya dan pada kesempatan Ramadhan kali ini kita harus berniat hanya untuk mencari ridho Allah SWT bukan karena hal yang lain.

 

  1. Pilihlah Lingkungan Baik Untuk Mensupport Ketaatan Kepada Allah SWT

Mengapa demikian? Karena sejatinya niat yang baik tidak akan terealisasikan dengan baik juga tanpa adanya lingkungan yang baik, seperti majelis-majelis ilmu. Karena dalam setiap majelis ilmu pasti banyak kegiatan positif yang diselenggarakan seperti kajian, bakti sosial, dll.

 

  1. Sering Menjenguk Orang Sakit

Mengapa demikian? Karena menjenguk orang sakit adalah ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT dan juga mendapatkan doa ampunan dari para malaikat. Serta dengan menjenguk orang sakit dapat mengingatkan kita untuk senantiasa mensyukuri akan nikmat kesehatan yang diberikan Allah. Apabila kita sehat maka dengan mudah kita untuk melaksanakan ibadah. 

 

  1. Lebih Banyak Mengingat Kematian

Karena sejatinya kita semua sebagai hamba akan kembali kepada sang pencipta, yakni Allah SWT dan dengan mengingat kematian diharapkan ketakwaan kita pun meningkat sebab tidak ada yang kita bawa ketika kembali kepada Sang Pencipta kecuali amal shaleh. Harta yang banyak akan ditinggal begitu pula anak dan istri. Hanya amal shalehlah yang kekal dan menjadi penolong kita.

 

Nama Penulis : Ali Arifin Nasution/Mahasiswa STEI SEBI

Junior Researcher at Center for Islamic and Occidental Studies (CIOS) University of Darussalam Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *